30 Perwakilan Sanggar Dapat Pelatihan Tata Pentas Seni

oleh -16 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

SEDIKITNYA 30 perwakilan sanggar seni dari 5 kabupaten dan kota di Jabar mendapat pelatihan Tata Pentas Seni Pertunjukan. Pelatihan yang digelar sejak 19-22 Agustus itu digelar di Hotel Bintang Redannte, Kabupaten Garut.

Sesuai rilis yang diterima Tribun, Kamis (21/8), ketiga puluh peserta berasal dari Kabupaten Garut, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran. Pelatihannya sendiri diresmikan oleh Kepala Disparbud Jabar Drs Nunung Sobari MM.

“Program ini sebagai upaya dalam membangun SDM kesenian yang unggul dan berdaya saing. Karenanya saya berharap pelatihan ini dapat membawa manfaat dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi seni Jawa Barat sebagai salah satu industri kreatif yang dapat meningkatkan citra Jawa Barat sebagai Dareah Budaya dan Tujuan Wisata Andalan,” kata Nunung dalam sambutannya.

Menurutnya seni tradisi merupakan representasi dari kebudayaan luhur, dan menjadi salah satu alternatif penunjang pondasi karakter bangsa serta menjadi filter terhadap dampak negatif dalam menghadapi arus globalisasi saat ini yang diwarnai dengan nilai-nilai kehidupan sosio-kultural religius masyarakat.

“Karenanya seni pertunjukan tradisi sebagai salah satu potensi budaya yang ada di Jawa Barat, senantiasa diberdayakan fungsinya secara maksimal sebagai paket tontonan yang menarik bagi wisatawan,” paparnya.

Saat ini diakui Nunung, seni pertunjukan tradisi sudah banyak dipertunjukkan secara komersial, tetapi belum optimal dipadukan dengan program paket pariwisata budaya. Keunikan pertunjukan seni tersebut, merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain itu juga merupakan kekayaan hak intelektual yang perlu dihargai, dan dilindungi dengan hak kekayaan intelektual.

Ditambahkan Nunung, kreativitas dan inovasi karya seni yang tinggi akan memiliki efek ganda, baik terhadap seniman maupun pertumbuhan ekonomi kreatif. Bagi para seniman, pementasan hasil karyanya yang jelas dan tepat, akan menumbuhkan produktivitas dan meningkatkan taraf ekonominya. Sedangkan bagi dunia pariwisata, kehadiran kreativitas karya seni yang berkualitas dan khas akan menambah gairah dan daya tarik wisatawan untuk mengunjungi obyek-obyek wisata di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Karena itulah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat saat ini senantiasa menyelenggarakan beberapa program kegiatan yang berkaitan dengan revitalisasi, aktivasi serta pewarisan pertunjukan seni tradisi di seluruh wilayah Jawa Barat,” ungkapnya.

Dengan semua program tersebut Nunung mengharpkan akan terwujudnya perlindungan, pengembangan, serta pemanfaatan pertunjukan seni tradisi. Sehingga akan memperkokoh ketahanan budaya serta meningkatkan ekonomi para pelaku dan masyarakat sekitarnya.

“Untuk mewujudkan ha itulah, maka pengembangan SDM kesenian yang merupakan aset terpenting dari sebuah produk seni, harus mendapat perhatian serius. Karenanya secara berkesinambungan dilakukan berbagai jenis pelatihan terutama bagi pengelola Sanggar Seni,” pungkasnya.(jabar.tribunnews.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.