3 Kampus RI Kolaborasi Riset Agama dengan Negara ASEAN & AS

oleh -3 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

PROGRAM studi S-3 internasional dalam bidang lintas agama dan budaya atau Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) meluncurkan program yang merupakan sebuah riset kolaboratif antara negara-negara di Asia Tenggara dan AS.
Adapun negara-negara yang terlibat dalam program riset kolaboratif ini antara lain Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar, Kamboja, dan AS. Program studi S-3 internasional dalam bidang lintas agama dan budaya itu merupakan konsorsium tiga universitas pertama di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW).

Dengan dukungan The Henry Luce Foundation yang berbasis di New York, program bertemakan besar “Religion, Public Policy, and Social Transformation in Southeast Asia” (Agama, Kebijakan Publik dan Transformasi Sosial di Asia Tenggara) itu akan berlangsung selama Juli 2013.

“Penelitian ini penting sekali dan strategis, bukan saja bagi Asia Tenggara atau Indonesia, tetapi juga Amerika Serikat,” ujar Peneliti utama dalam program ini Dicky Sofjan, seperti dilansir oleh Okezone, Selasa (30/7/2013).

Menurut Dicky, agama di kawasan Asia Tenggara akan senantiasa mendapat sorotan dan perhatian para peneliti tingkat dunia, khususnya menyangkut peran agama di ranah publik dan bagaimana ia menjadi motor bagi beragam proses transformasi sosial.

“Salah satu sasaran utama program riset kolaboratif ini adalah untuk membangun platform yang efektif untuk berdiskusi, berdebat, dan berbagi persepsi antara para ahli dan pemerhati masalah keagamaan dengan para analis dan pembuat kebijakan serta pemangku urusan lainnya di sembilan negara partisipan di Asia Tenggara dan Amerika Serikat,” ucapnya.

Dia menambahkan, orientasi utama program riset kolaboratif ini didasari beberapa tema. Mulai darimanajemen kemajemukan, identitas dan gender, hingga agama di ranah publik.

Dicky berharap, program tersebut akan menghasilkan kajian-kajian yang tertuju pada kebijakan publik dan bunga rampai yang menyentuh perkembangan serta isu-isu terpenting agama yang terjadi di sembilan negara partisipan. Hal ini akan dilaksanakan melalui penyelenggaraan riset di masing-masing negara, workshop di tingkat nasional dan sub-regional serta konferensi tingkat internasional setiap tahunnya.

“Seiring dengan diluncurkannya program riset kolaboratif ini, ICRS akan menawarkan satu Research Scholarship atau Beasiswa Riset kompetitif di tingkat Ph.D (Doktoral) yang akan disediakan bagi yang mempunyai kualifikasi untuk berkontribusi bagi program ini,” tandas Dicky.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.