20.000 Rumah Disediakan untuk Guru hingga Penjaga Sekolah PAUD-SD-SMP-SMA, Cicilan Rp900.000/Bulan

oleh -10 views
Ilustrasi rumah. /Pixabay/OpenClipart-Vectors

PEMERINTAH  Provinsi Jawa Barat akan membangun 20.000 rumah subsidi untuk guru tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA.

Pembangunan rumah itu merupakan program kredit rumah tinggal bersubsidi bagi penyelenggara pendidikan yang digagas oleh Pemprov Jabar dan diberi nama Bakti Padamu Guru atau Bataru.

Sebagai tahap awal, pada 2020, Pemprov Jabar akan membangun 10.000 rumah subsidi yang tersebar di 17 kabupaten/kota untuk guru tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA.

“Mudah-mudahan hadiah dari Pemda Provinsi Jabar di Hari Guru Nasional dan HUT PGRI yang ke-75, dapat membantu meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidikan dengan memiliki rumah milik pribadi dengan harga terjangkau. Ini merupakan tahap pertama, dan jika selesai akan dilanjutkan ke tahap berikutnya,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Rabu 25 November 2020.

Bataru diluncurkan bertepatan dengan Hari Guru Nasional Tahun 2020 dan berlaku bagi guru, tenaga administrasi sekolah, hingga penjaga sekolah dengan penghasilan di bawah Rp8 juta dan belum memiliki rumah.

Dengan Bataru, tenaga pendidikan memungkinkan membeli rumah seharga Rp150 juta dengan cara kredit dan cicilan Rp900 ribu per bulan. Pemprov Jabar bekerja sama dengan bank bjb untuk pembiayaannya.

Peluncuran Bataru dilakukan Ridwan Kamil pada perayaan Hari Guru Nasional tingkat Jawa Barat dan HUT ke-75 PGRI di Sekolah Cakra Buana, Depok.

Peluncuran Bataru ditandai penandatanganan nota kesepahaman antara Pengembang Indonesia dengan bank bjb tentang Program Rumah Subsidi untuk Guru dan Tenaga Kependidikan.

Menurut Ridwan Kamil, para penyelenggara pendidikan dapat mengakses kredit rumah ke bank bjb dengan cicilan Rp900.000 per bulan.

Syaratnya, pendapatan tenaga kependidikan tidak boleh lebih dari Rp8 juta per bulan dan belum punya rumah.

“Oleh karena itu Pemda Provinsi Jabar mencoba meningkatkan kesejahteraan dengan tidak selalu meningkatkan pendapatan, tapi menurunkan pengeluaran, yang biasanya cicilan untuk kontrak rumah nanti akan kita geser kepada rumah milik sendiri dengan program Bataru ini,” ujarnya seperti dilaporkan Antara.

Ridwan Kamil mengatakan, dia akan coba memaksimalkan program Bataru tahun depan dengan mencari titik lokasi yang baru dan sasarannya diperluas.

“Jumlah total guru di Jabar itu berada di atas 200.000-an, nanti kita (kami) akan cari lagi lokasi-lokasi yang dikerjasamakan dengan developer lokal dan juga bank bjb yang akan memfasilitasi mimpi besar para guru (tenaga kependidikan),” katanya.

Ridwan Kamil mengapresiasi para tenaga kependidikan, khususnya guru, yang terus berjuang tak kenal lelah dalam memberikan ilmu kepada anak-anak di Jabar di masa pandemi Covid-19.

“Semangat tidak boleh patah untuk para guru di masa pandemi ini. Harus berjuang cari cara agar asupan ilmu kepada anak-anak kita tidak berhenti,” kata Ridwan Kamil.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dedi Supandi mengungkapkan, nota kesepahaman Pemprov Jabar dengan bank bjb untuk program rumah bersubsidi merupakan kabar gembira bagi para guru dan tenaga kependidikan.

Selama ini para guru dan tenaga pendidik lainnya kesulitan mendapatkan rumah sendiri dan hanya pindah dari satu rumah kontrakan ke kontrakan lain. Kondisi ini memprihatinkan mengingat jasa guru yang tak terhingga terhadap dunia pendidikan nasional.(pikiran-rakyat.com)