13 Tahun Pondok Pesantren Darussalam dan Kartu Sakti Santri

oleh -60 views

TASIKMALAYA – Pondok Moderen Darussalam menggelar syukuran ke 13, sekaligus khatam santri  akhir Kulliyyatul Mu’allimin Islamiyyah (KMI) angkatan ke 9 Asy – Syujau Generation. Bertempat di Halaman Pondok Pesantren Darussalam Kampung Narungul, Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Selasa (30/06/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Pondok Pesantren KH. Ahmad Deni Rustandi,M. Ag, Sekda Kabupaten Tasikmalaya DR. Mohamad Zen, M. Pd, Direktur KMI Gontor, sesepuh pondok pesantren, Kapolsek Rajapolah, Kasi Wasda Kesbangpol Piping Noviati, Kasi Wasbang Kesbangpol Mariyani dan Muspika Kecamatan Rajapolah

Menurut Ketua Ponpes Darussalam KH. Deni Rustansdi, M. Ag, sejarah berdirinya Ponpes Darussalam yang tidak lepas dari bantuan pemerintah

“Pondok Darussalam tidak akan berdiri tanpa bantuan dan dorongan dari pemerintah, terutama pada DR. Mohamad Zen, M. Pd yang pada saat itu menjabat sebagai Kadis Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya”ujarnya.

Disampaikan Sekda Kabupaten Tasikmalaya DR. Mohamad Zen, M.Pd, ia merasa terharu dengan apa yang telah dilakukan dan diperjuangkannya terhadap Ponpes Darussalam

“Saat ini pemerintah daerah sedang berupaya lounching kartu sakti santri yang akan diberikan secara bertahap tanpa memandang dari daerah mana. Kartu tersebut akan membebaskan biaya santri apabila sakit dan tidak mampu mebiayai biaya pesantren. Komitmen pemda terhadap santri tidak akan luntur. Kepada wali santri menghimbau agar orang tua tetap memantau aktivitas santri” Tandasnya.

Sementara itu Perwakilan dari Pesantren Gontor Mashudi Sobari, M. Ag memberikan tausiyah dengan didahului penjelasan Gontor yang memberikan restu terhadap Ponpes Darussalam.

“Orang penting adalah yang tau kepentingan. Mendidikan orang yang bermental islam harus diomongin 1000x. Kuncinya man jadda wa jadda. Di pondok merupakan contoh. Kalau ingin mendapatkan santri maka harus menjadi contoh. Jadilah contoh yang baik dimanapun. Kita yang harus mewarnai lingkungan. Manusia juga harus dinamis agar tidak mandeg. Sesama generasi harus menjalin silaturahmi dan komunikasi” Pungkasnya.

Penulis. Udan Muhdan/siapbelajar.com