120 Anak DO Kini Bisa Melanjutkan Sekolah

oleh -6 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

120 anak usia di bawah 18 tahun yang putus sekolah karena bekerja, seperti menjadi pengamen, pelayan rumah makan, dan buruh menggembala hewan akhirnya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Mereka bisa melanjutkan sekolah setelah mengikuti program Pengurangan Pekerja Anak dalam Penunjang Keluarga Harapan di Kabupaten Subang.

“Mereka awalnya putus sekolah karena orang tuanya tak mampu, lalu bekerja penuh dan menjadi tulang punggung keluarga. Mereka kini bisa melanjutkan sekolahnya lagi, setelah mengikuti Program Penanggulangan Pekerja Anak Penunjang Keluarga Harapan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, Kusman, Rabu (8/10/2014).

Dikatakan Kusman, penyebab mereka putus sekolah karena keterbatasan ekonomi orang tuanya. Mereka akhirnya terjun ke dunia kerja, malahan kebanyakan dari mereka menjadi tulangpung keluarganya.

Pekerjaan yang mereka geluti beragam, kebanyakan menjadi pengamen, pelayan warung, hingga penggembala ternak.

“Jadi sebelum masuk program, tim melakukan survai terlebih dahulu untuk memastikan bahwa mereka benar-benar tak mampu. Kemudian meminta ijin kepada orang tuanya serta aparat desa setempat,” ujarnya.

Dikatakannya, program PPA-PKH digulirkan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi setiap tahun. Pada tahun 2014 ini Kabupaten Subang mendapat kuota sebanyak 120 anak putus sekolah dengan 12 pendamping.

Anak-anak putus sekolah terlebih dahulu di tampung, dan diberikan pemahaman serta motivasi agar siap sekolah lagi. “Tahun ini pesertanya anak SD yang tak bisa melanjutkan ke SMP, dan SMP tak bisa melanjutkan ke SMA,” katanya.

Sementara Kepala Seksi Norma Kerja Disnakertrans Kabupaten Subang, Agus Diana, mengatakan tahun ini peserta PPA-PKH diprioritaskan anak yang putus sekolah SD dan SMP, tetapi usianya belum menginjak 18 tahun.

“Dari hasil pendataan seharusnya anak di Kabupaten Subang yang wajib mengikuti program PPA-PKH tersebut, sebanyak 350 orang. Namun tahun ini Kemenakertrans hanya memberikan kuota untuk 120 anak,” ujarnya.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.