107 ribu siswa di Lebak terima dana BSM

oleh -2 views
Ilustrasi (riaureportase.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (riaureportase.com)
107 ribu siswa di Lebak terima dana BSM Ilustrasi (riaureportase.com)

SEBANYAK 107.000 siswa SD/SMP dan SMA/SMK dari keluarga miskin di Kabupaten Lebak, Banten, menerima program bantuan siswa miskin untuk keperluan biaya pendidikan.

“Kami tahun ini menerima dana bantuan siswa miskin (BSM) naik dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Asep Komar Hidayat di Rangkasbitung, Kamis.

Menurut dia, bantuan bagi siswa dari keluarga tidak mampu tersebut, selain keperluan pendidikan juga untuk mengatasi anak putus sekolah.

Penggunaan dana BSM itu untuk membeli kebutuhan peralatan sekolah, seperti buku, tas, pulpen, sepatu, pakaian seragam dan biaya transportasi dari rumah ke sekolah.

Karena itu, pihaknya meminta seluruh siswa yang kini duduk di bangku SD/SMP dan SMA/SMK tidak putus sekolah dan mereka berhak menerima pendidikan.

Pemerintah menggulirkan program BSM untuk membantu pendidikan anak dari keluarga miskin.

“Kami berharap melalui dana BSM itu tidak ada alasan lagi bagi siswa dari keluarga kurang mampu tak sekolah,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jumlah siswa yang menerima dana program BSM tercatat 107.000 siswa untuk jenjang SD sebanyak 71.000 siswa, SMP 30.000, SMA/SMK 6.000 siswa.

Mereka penerima BSM untuk SD sebesar Rp450 ribu dan SMP/SMA/SMK sebesar Rp1 juta per tahun.

Penyaluran bantuan tersebut masing-masing per siswa melalui rekening Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) juga Kantor Pos setempat.

“Kami terus mengawasi penyaluran dana itu agar tidak diselewengkan oleh orang tua siswa untuk keperluan lain,” katanya.

Ia mengatakan, siswa dari keluarga miskin di Kabupaten Lebak, selain menerima BSM juga dana bantuan sekolah (BOS), bantuan khusus murid (BKM), dan subsidi silang.

Bantuan tersebut guna meningkatkan pelayanan pendidikan agar anak-anak tidak putus sekolah.

Pemerintah menggelontorkan dana pendidikan cukup besar untuk mendukung program wajib pendidikan 12 tahun.

“Dengan bantuan bagi siswa miskin itu diharapkan tidak ada lagi anak putus sekolah,” ujarnya.(antaranews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.