1000 Guru SD di Subang Ikuti TOT Kurikulum 2013

oleh -24 views
Ilustrasi (makmalpendidikan.net)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (makmalpendidikan.net)
Ilustrasi (makmalpendidikan.net)

DALAM mengimplementasikan Kurikulum 2013, Dinas Pendidikan Kabupaten Subang tengah membuat pilot project atau percontohan sekolah yang nantinya dapat dijadikan model bagi seluruh sekolah di Kabupaten Subang. Bahkan Disdik Subang tengah mempersiapkan pelatihan bagi 1000 guru dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pemahaman terhadap kurikulum yang secara serentak diberlakukan tahun pelajaran mendatang.

Menurut Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Dr. Heryana, implemetasi Kurikulum 2013 di Kabupaten Subang memang memerlukan persiapan yang matang terutama dari para tenaga pendidik, sehingga memiliki kualifikasi yang menjadi standar kebutuhan untuk memberikan pengajaran.

“Semula tenaga guru yang akan mengikuti pelatihan hanya 500 orang, namun Disdik Subang menambah alokasi menjadi 1000 orang mencakup guru kelas I, II, IV dan V. Mereka dalam waktu dekat akan mendapat bimbingan dan pelatihan secara professional melalui Training of Trainer  (TOT) selama 52 jam,” kata Heryana.

Pelatihan dimaksud berlangsung di 6 TPK di beberapa wilayah Kabupaten Subang. Para tenaga pendidik ini akan dibimbing oleh 40 trainer yang telah mengikuti TOT 72 jam di tingkat nasional, sehingga kualifikasi dan kemampuannya sesuai  standar yang dibutuhkan.

Demi terlaksananya kegiatan tersebut, dibutuhkan anggaran mencapai  Rp 500 juta diperuntukan 25 kelas, masing-masing kelas diikuti 40 peserta. Pelatihannya tersebar di 6 TPK yang dipersiapkan Dinas Pendidkan Kabupaten Subang.

Diakui Heryana, untuk mengimplementasikan  Kurikulum 2013 membutuhkan sejumlah  guru berkualifikasi, mengingat saat ini  guru tidak sekedar memiliki kompetensi melainkan harus seorang pembelajar yang mau mengembangkan dirinya setiap saat. Dinas Pendidikan Kabupaten Subang menaruh harapan terhadap 1000 guru tersebut sebagai pionir  dalam implementasi Kurikulum 2013,  mengingat mereka nantinya memiliki kualifikasi sebagai  instruktur.

Selanjutnya Disdik Subang, pada 2015 merencanakan mendapat alokasi menjadi  3500 guru. Mereka ini secara bertahap akan mengikuti TOT , agar berkualifikasi sebagai trainer tingkat nasional. Dengan demikian, jika kualifikasi tersebut dimiliki para guru, maka implementasi kurikulum 2013 dapat berjalan dengan baik. “Kurikulum 2013 itu kan mengharuskan pendidik memiliki karakter, tidak asal mengajar seperti dulu,” kata Heryana.

Dinas Pendidikan Kabupaten Subang sendiri optimis Kurikulum 2013 dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar. Sejak awal sudah dipikirkan dan dipersiapkan dengan matang, apalagi dalam kaitan pelatihan tenaga pendidik, Disdik Subang bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. “Sekarang yang dilatih guru kelas I, II, IV dan V. Tahun 2015 nanti giliran guru kelas III dan VI,” kata Heryana mengakhir percakapan disela-sela acara pembukaan Pekan Kreativitas Siswa yang dibuka Bupati Subang Ojang Sohandi.*** Teguh M/Biro Subang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.