Tahun 2018, 200 Perguruan Tinggi Swasta Digabungkan

Friday 05 January 2018 , 9:11 AM

Ilustrasi (solopos.com)

PENGGABUNGAN  200 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) akan ditargetkan selesai pada tahun ini. Target tersebut menurut Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dilakukan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan perguruan tinggi swasta.

Hingga 2017 tercatat ada sebanyak 3.128 kampus. Pemerintah menargetkan, sebanyak 1.000 perguruan tinggi swasta akan ditutup atau digabungkan hingga 2019.

Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir, menuturkan, proses penggabungan perguruan tinggi swasta menjadi 1 dari 4 program prioritas 2018. Menurut dia, jumlah PTS yang terlalu banyak berpotensi merugikan masyarakat karena mutu akademik dan pelayanannya tidak memenuhi standar. Sekitar 14 persen Perguruan Tinggi Swasta kesulitan memenuhi biaya operasional kampus.

“Jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta sekitar 4.500 kampus dan ternyata ada banyak masalah di perguruan tinggi swasta yang kecil-kecil. Ada yang satu yayasan memiliki lebih dari dua PTS. Tidak maksimal. Nah, ini yang akan diprioritaskan digabungkan, satu yayasan satu perguruan tinggi swasta saja. Tapi proses merjer ini juga tidak mudah,” kata Nasir dalam acara temu media bertajuk “Bedah Kinerja 2017, Fokus Kinerja 2018” di Kantor Kemenristekdikti Senayan, Jakarta, Kamis 4 Januari 2018.

Ia menuturkan, tiga program prioritas lainnya yakni pembentukan lembaga layanan pendidikan tinggi, implementasi layanan satu atap dan pembukaan program studi guru, advokat dan notariat. Ia menilai, hasil dari penggabungan perguruan tinggi swasta kualitas pendidikan tinggi nasional akan lebih baik.

“Cina saja dengan jumlah penduduknya yang sekitar 1,5 miliar, hanya memiliki sekitar 2.400 kampus. Indonesia, dengan penduduk 250 juta, ada 4.500 lebih,” ujarnya.

Direktur Jenderal Kelembagaan Kemenristekdikti Patdono Suwignjo menambahkan, pemerintah sudah membentuk panitia khusus untuk mengawal percepatan proses penggabungan perguruan tinggi swasta. Menurut dia, perguruan tinggi swasta yang mau digabungkan akan mendapat insentif dan kemudahan prosedur.

“Agar perguruan tinggi swasta dapat tetap beroperasi secara efisien, yayasan sebagai badan penyelenggara PTS kami dorong untuk menggabungkan atau menyatukan perguruan tinggi swasta mereka. Penggabungan dan penyatuan ini merupakan suatu kesempatan supaya perguruan tinggi swasta lebih sehat,” ucap Patdono.

Kinerja 2017

Dalam kesempatan tersebut, Nasir menuturkan target yang berhasil direalisasikan sepanjang tahun lalu. Di antaranya program beasiswa Bidikmisi, afirmasi pendidikan tinggi, pengembangan science thecno park, revitalisasi pendidikan vokasi, program magister untuk sarjana unggul dan peningkatan publikasi internasional. “Sebesar 99,7 persen beasiswa Bidikmisi sudah disalurkan. Dari target 340.000 mahasiswa, yang terserap sebanyak 339.348,” ujarnya.

Ia menuturkan, dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya dosen, Kemenristekdikti memberikan beasiswa S2 untuk 52 dosen ke luar negeri dan 817 di dalam negeri. Sedangkan beasiswa S3 untuk dosen sebanyak 965 luar negeri dan 8.488 dalam negeri. Sementara melalui program PMDSU, jumlah peserta program PMDSU 3 batch sebanyak 626 peserta, 20 di antaranya lulus magister, 18 peserta batch 1 lulus doktor, dan 588 peserta lainnya masih dalam proses pendidikan.

“Sementara itu di bidang riset, jumlah publikasi ilmiah internasional Indonesia sukses mencapai angka 16.147 per 31 Desember 2017 melebihi Thailand dan Vietnam. Sementara berdasarkan Direct Open Access Journal (DOAJ), publikasi Indonesia sebanyak 1.156 dan menempati peringkat pertama di dunia melebihi Brazil dan United Kingdom. Publikasi ilmiah internasional Indonesia telah mencapai target yang telah dicanangkan di awal tahun, yakni di atas angka 15 ribu publikasi,” kata Nasir.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.