Pendampingan Kurikulum 2013

Friday 04 October 2013 , 0:21 AM
kurikulum2013a

lpmp.jabar.go.id

PASCAPEMBERLAKUAN kurikulum 2013 di sejumlah sekolah sasaran, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus melakukan berbagai langkah untuk semakin memantapkan implementasinya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pendampingan implementasi kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah sasaran. Program ini dilakukan sebagai penguatan dalam memahami konsep kurikulum 2013 serta untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi sekolah atau guru dalam mengimplementasikannya.

Secara khusus, tujuan dari program ini adalah; (a) memberikan fasilitasi dalam implementasi kurikulum 2013 pada satuan pendidikan, (b) memberikan bantuan konsultasi, pemodelan (modelling) dan pelatihan personal spesifik (coaching) untuk hal-hal spesifik dalam implementasi kurikulum 2013 baik secara tatap muka maupun secara online, (c) membantu memberikan solusi kontekstual dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi saat implementasi kurikulum 2013 di sekolah masing-masing, (d)  membangun budaya mutu sekolah melalui  penerapan kurikulum secara inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.

Kepala Sekolah dan guru yang sekolahnya menjadi sasaran kurikulum 2013 sudah diberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) sebelum kurikulum ini diberlakukan. Begitu pun dengan para pengawas sekolahnya. Tapi setelah kurikulum 2013 diimplementasikan, sekolah-sekolah sasaran masih menemui kendala. Misalnya, bagi SD dalam hal pengaturan jadwal tematik terpadu karena sudah tidak mengenal lagi mata pelajaran. Pembagian jam mengajar bagi guru Penjas dan Guru Pendidikan Agama, analisis buku guru dan siswa, Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik, pengembangan bahan, model, dan sumber belajar, penilaian hasil belajar, dan sebagainya. Oleh karena itu, program pendampingan pun tidak akan lepas dari upaya memberi solusi terhadap kendala-kendala terebut. Bagi kepala sekolah dan pengawas, program pendampingan disampingkan hal-hal tersebut, juga ditambah dengan pengelolaan kurikulum dan supervisi akademik.

Dalam proses pendampingan ini, hal yang dilakukan oleh Kemdikbud antara lain dengan melaksanakan Training of Trainer(ToT) bagi calon pelatih pendamping. Pasca ToT, Kepala Sekolah dan Pengawas akan dilatih berkaitan dengan teknis pendampingan termasuk simulasi pendampingan di sekolah.

Sampai dengan saat ini implementasi kurikulum 2013 masih dinamis. Dinamika ini berkaitan dengan buku guru, buku siswa, silabus pembelajaran, penilaian hasil belajar dan format raport yang belum final. Mudah-mudahan hal-hal tersebut pembahasannya tidak berlarut-larut karena guru-guru di sekolah-sekolah sasaran membutuhkan kepastian.

Sebenarnya, untuk mengatasi kendala dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, Mendikbud sudah menerbitkan Permendikbud Nomor 81A tentang Implementasi Kurikulum. Walau demikian, belum tersosialisasikan kepada seluruh sekolah sasaran dan memang perlu pendalaman. Guru tidak cukup hanya diminta membaca aturan terkait kurikulum 2013, tetapi tetapi perlu penjelasan atau pendampingan yang lebih teknis. Dalam hal ini, peran Kepala Sekolah dan pengawas sangat dibutuhkan dalam memberikan pendampingan kepada guru karena mereka lah yang paling dekat dengan guru.

Untuk suksesnya program pendampingan ini, tentunya diperlukan pendamping yang memiliki kompetensi yang mumpuni. Oleh karena itu, Kemdikbud sudah menetapkan kriteria untuk calon pendamping kurikulum 2013, antara lain; (a) memiliki pemahaman yang jelas mengenai kurikulum 2013, (b) memiliki kemampuan menjelaskan persoalan dan berkomunikasi secara baik dengan pihak yang didampingi, (c) berjiwa membimbing (tidak menggurui) demi terciptanya rasa nyaman pada pihak yang didampingi, serta (d) dapat memberikan bimbingan teknis bila diperlukan terkait dengan proses pembelajaran dan penilaian sesuai dengan Kurikulum 2013.

Peran pendamping antara lain; (a) membangun empati dengan komunitas sekolah, (b) mengamati proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013, (c) mendiskusikan proses pembelajaran dan mengevaluasinya, dan (d) bersama guru melakukan refleksi atas proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Secara psikologis, peran pendamping mengubah pola pikir (mind set) guru, memotivasi, dan membangun komitmen guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 karena tidak dapat dipungkiri peran sangat penting sebagai ujung tombak pembelajaran. Kunci sukses implementasi kurikulum 2013 sangat tergantung kepada kompetensi, motivasi, dan komitmen guru.

Selain syarat kompetensi pendamping, kesuksesan pendampingan juga ditentukan oleh komitmen pendampingnya. Jangan program ini hanya formalitas semata yang menghabiskan banyak anggaran negara di tengah sorotan sebagian pihak mengenai implementasi kurikulum 2013.(lpmp.jabar.go.id)

Penulis, Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat