Menjaga Imunitas Bangsa dengan Pendidikan Karakter

Thursday 12 April 2018 , 8:07 AM

Ilustrasi (syahsmkn2tb.wordpress.com)

MENTERI  Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali menegaskan pentingnya menerapkan penguatan pendidikan karakter (PPK) di sekolah. Menurutnya, dalam menerapkan pendidikan karakter di sekolah, diperlukan keterlibatan berbagai pihak, salah satunya melalui kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Mendikbud mengatakan, keterlibatan TNI di dunia pendidikan bukan hal yang baru. Peran dan kesigapan prajurit TNI dalam layanan pendidikan di daerah sudah terbukti, antara lain mengajar di sekolah-sekolah di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), membantu membangun sekolah atau rehabilitasi sekolah, dan membantu anak sekolah menyeberangi sungai untuk mencapai sekolahnya.

Awal tahun 2018 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan TNI kembali bersinergi dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Mendikbud menuturkan, melalui TMMD, Kemendikbud dan TNI mempertajam program-program di sektor pendidikan yang selama ini sudah dilaksanakan oleh kedua pihak, salah satunya dalam hal pendidikan karakter.

“Misalnya rasa nasionalisme, cinta tanah air, rasa bela negara yang menjadi bagian dari tanggung jawab Kemendikbud dalam pendidikan karakter, diharapkan mendapat bantuan dan dukungan dari TNI, terutama tentara atau Babinsa di desa-desa,” tutur Mendikbud, saat pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TMMD di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono mengatakan, kegiatan yang dilakukan TNI selama ini dalam Program TMMD antara lain perbaikan fasilitas dan pembangunan sekolah, penyuluhan keagamaan, kesehatan, dan hukum, serta pembekalan bela negara kepada generasi muda, baik secara formal maupun nonformal. “TMMD adalah wujud pelestarian nilai luhur bangsa Indonesia dalam rangka meningkatkan kekebalan atau imunitas bangsa,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam era kompetisi global, bangsa Indonesia menghadapi persaingan dan tantangan, salah satunya proxy war yang dianggap sebagai ancaman bangsa. Sesuai survei indeks kerentanan bangsa, Indonesia memiliki nilai indeks di atas 90 yang berarti masuk level waspada. Karena itulah diperlukan penguatan pendidikan karakter untuk membentengi generasi muda supaya tidak larut terhadap situasi yang bertentangan dengan kondisi bangsa.

Mulyono menegaskan, generasi bangsa harus bisa mempertahankan imunitas bangsa dan waspada terhadap hal-hal yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, misalnya mempertentangkan perbedaan. “Untuk imunitas bangsa, kita punya Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Imunitas itu sekarang sudah tergerus arus globalisasi yang mempersoalkan perbedaan ke arah memecah belah persatuan. Imunitas harus kita gelorakan kembali ke generasi muda,” tegasnya.

Senada dengan Jenderal TNI Mulyono, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, dalam konsep militer, yang penting bukanlah kemampuan menyerang, melainkan daya tangkal. “Jadi dalam nonmiliter, kita harus menyiapkan anak bangsa mempersenjatai diri dengan karakter yang kuat agar memiliki daya tangkal yang kuat dalam menghadapi tantangan, sehingga keutuhan dan keberlanjutan bangsa terjamin,” ujar Mendikbud.(kemdikbud.go.id)

Comments are closed.