Mendikbud Berharap HOTS pada UN SMP tak Diributkan

Sunday 22 April 2018 , 6:00 AM

Ilustrasi

MENTERI  Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy menegaskan soal ujian nasional (UN) SMP juga menggunakan kemampuan berpikir atau daya nalar tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS) sepertihalnya UN SMA. Namun, dia berharap keputusan penerapan metode HOTS dalam ujian nasional SMP pada 23-26 April 2018 tidak diributkan.

“Mudah-mudahan nanti tidak jadi ribut lah,” kata Muhadjir usai membuka acara Pekan Pendidikan Jogja dengan tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan” di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Sabtu (21/4) petang.

Ia menjelaskan metode HOTS yang akan diterapkan untuk seluruh soal ujian nasional SMP tidak akan memiliki tingkat kesulitan yang sama dengan yang diterapkan untuk soal-soal HOTS SMA. Menurut dia, soal HOTS untuk siswa SMP akan disesuaikan dengan level yang berbeda.

“Tidak sesulit SMA karena tingkatannya berbeda. Soal HOTS SMP, ya, sesuai levelnya,” kata dia.

Muhadjir juga menegaskan kisi-kisi soal dengan pendekatan HOTS untuk UN SMP maupun UNBK SMA sebelumnya telah disosialisasikan dan diajarkan kepada siswa. “Makanya yang meributkan kan juga tidak banyak karena sebetulnya sudah disosialisasikan,” kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Mulai tahun ini, Kemdikbud memberlakukan soal yang membutuhkan daya nalar tingkat tinggi. Tujuannya, meningkatkan kualitas UN tersebut dengan memasukkan soal HOTS.

Soal seperti itu akan menjadi standar pelaksanaan UN hingga 2025, sehingga mampu mendeteksi kemampuan siswa. Sebelumnya, pemberlakuan soal dengan daya nalar tinggi tersebut, menuai protes dari peserta UN tingkat SMA.

Sementara itu, Pekan Pendidikan Jogja dengan tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan” akan berlangsung selama satu pekan, yakni Sabtu (21/4) kemarin hingga Sabtu (27/4) pekan depan. Pekan pendidikan berlangsung di Museum Benteng Vredeburg dan Taman Pintar, Yogyakarta.(republika.co.id)

Comments are closed.