800true dots bottomright 100true false 800http://siapbelajar.com/wp-content/plugins/thethe-image-slider/style/skins/white-square-2
  • 10000 random false 60 bottom 30 http://kompasgramedia.com
    Kompas Gramedia 
  • 10000 random false 60 bottom 30 http://kompas.com
    Kompas.com 
  • 10000 random false 60 bottom 30 http://kompas.tv
    Kompas TV 
  • 10000 random false 60 bottom 30
    Kabar Gapura
  • 10000 random false 60 bottom 30 http://gramediaonline.com
    Gramedia 
  • 10000 random false 60 bottom 30 http://kotabaruparahyangan.com
    Kota Baru Parahyangan 
  • 10000 random false 60 bottom 30
    Sonora
  • 10000 random false 60 bottom 30
    Raka FM
  • 10000 random false 60 bottom 30 http://www.telkom.co.id
    Telkom 
  • 10000 random false 60 bottom 30
    Slide12

Kurikulum 2013, Nilai Rapor Lebih Informatif dan Deskriptif

Tuesday 16 July 2013 , 8:00 AM
Syawal Gultom,Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan .

Syawal Gultom,Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan .

DALAM Kurikulum 2013, nilai rapor siswa nantinya lebih informatif dan deskriptif, serta memuat informasi penilaian pada aspek pengetahuan, ketrampilan, serta sikap siswa. “Rapornya itu akan berubah total, yang pertama perubahannya rapor itu berisi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan, yang selama ini kan yang dominannya pengetahuan,” kata Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMPK dan PMP) Syawal Gultom, seusai acara Peluncuran Implementasi Kurikulum 2013 di Kota Palangka Raya, Senin (15/7) kemarin.

Oleh karena itu kata Syawal Gultom sistem penilaian harus berubah. “Selama ini kan penilaian dengan tes, sekarang harus menggunakan non tes, portofolio, ketrampilan kan harus diamati,” ujarnya menambahkan.

Yang kedua, lanjut Syawal rapor pada jenjang sekolah dasar (SD) nantinya tidak berisi angka, namun deskripsi. “Di SD tidak boleh angka-angka, yang ada deskripsi, kalimat-kalimat, anak ini bisanya apa, kalau tidak mampu kenapa,” kata mantan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) tersebut. Apa yang harus diperbaiki pada seorang siswa juga harus ditulis, kata Syawal.

Sedangkan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) untuk aspek pengetahuan dan ketrampilan dapat berupa angka. Sedangkan pada aspek sikap harus berupa deskripsi, yaitu hasil observasi. “Konsistrensi anak dalam disiplin dinilai, disiplin dinilai dari mana? dari kehadiran, disiplin menyerahkan tugas misalnya,” lanjut Syawal.

Standar penilaian tersebut akan diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Namun hal tersebut adalah standar minimal, sekolah dapat menambahkan aspek penilaian lainnya. “Bagaimana cara menilai sikap dan bagaimana menuangkannya ke dalam rapor itu yang kita atur,” kata Kepala Badan PSDMPK dan PMP. Standar penilaian dalam Kurikulum 2013 nantinya akan diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud).(kemdikbud.go.id)