Kemenperin Kembangkan Pendidikan Vokasi Berbasis Digital

Friday 29 December 2017 , 11:26 AM

Ilustrasi (Pendidikan Vokasi)

KEMENTERIAN  Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Ruangguru, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pendidikan, untuk mengembangkan pelatihan vokasi industri. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya akan mengadopsi sistem pembelajaran online di Ruangguru, yang berbasis video dan animasi, untuk diterapkan dalam model pendidikan vokasi.

Kementerian Perindustrian sendiri saat ini sudah memiliki kerja sama link and match antara perusahaan swasta dengan SMK. Namun begitu, menurut Airlangga, program tersebut masih memiliki keterbatasan guru produktif. Keterbatasan inilah yang akan diisi oleh tutor-tutor online di Ruangguru.

“Akan ada mentor-mentor yang dilibatkan. Dengan demikian pendidikan vokasi itu nanti ada yang sifatnya offline dan online,” ujarnya, usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenperin dengan Ruangguru, Kamis (28/12).

Airlangga menyebut, pihaknya juga akan mendorong para silver expert, yakni praktisi industri yang jelang memasuki usia pensiun untuk menjadi pengajar vokasi di Ruangguru. Dengan begitu, ia berharap pelatihan vokasi industri dapat menjangkau lebih banyak lagi peserta.

CEO Ruangguru Adamas Belva Devara mengatakan, timnya saat ini tengah mengkaji jurusan vokasi apa saja yang sedang dibutuhkan industri dan juga dapat di-digitalisasi. Sebab, tidak semua program vokasi dapat masuk ke ranah digital, misalnya seperti konstruksi bangunan yang butuh praktek secara langsung.

“Kita harus cari jurusan yang bisa di-digitalisasi, misalnya teknologi informasi dan akuntansi,” kata Belva.

Ruangguru sendiri, beberapa waktu lalu, diundang secara khusus oleh Presiden Jokowi untuk mengikuti rapat terbatas di Istana Bogor yang membahas pendidikan vokasi. Presiden meminta Ruangguru untuk ikut membantu merevitalisasi pendidikan vokasi di Tanah Air yang selama ini masih dianggap sebagai ‘kelas dua.’

Pertama kali didirikan pada 2014, Ruangguru yang didirikan Belva Devara dan Iman Usman kini sudah memiliki lebih dari 6 juta pengguna dan mengelola lebih dari 150 ribu guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran.(republika.co.id)

Comments are closed.