Kemendikbud Siap Sinergikan Program dengan Sekolah Sepakbola

Monday 04 February 2013 , 18:07 PM
ASSBI dan Hamid Muhammad (detikSport/roz)

ASSBI dan Hamid Muhammad (detikSport/roz)

ASOSIASI Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membicarakan kerjasama. Pihak Kemendikbud pun menerima dengan terbuka dan siap mensinergikan program mereka.
Pihak ASSBI yang diketuai oleh Taufik Effendi Jursal menemui Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemendikbud Hamid Muhammad. Taufik menerangkan kepada detikSport bahwa ASSBI, yang merupakan asosiasi seluruh sekolah sepakbola lokal di Indonesia, berusaha mengkomunikasikan dengan Kemendikbud bahwa pembinaan anak usia 6-16 tahun, berada di bawah naungan Dikbud, bukan PSSI atau Kemenpira.

Nantinya, menurut Taufik, dia berharap program-program pembinaan dari ASSBI bisa mendapatkan bantuan dan pengawasan dari Kemendikbud.

Hamid sendiri mengaku baru tahu mengenai hal itu. Menurutnya, selama ini yang berada dalam data Kemendikbud hanyalah sekolah-sekolah olahraga yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Namun demikian, dia menyambut baik pemberitahuan yang diberikan ASSBI.

“Kami senang diberitahu. Karena di kami sendiri belum terdata. Di kami yang ada adalah sekolah olahraga, seperti SMA Ragunan dan Sidoarjo. Nantinya, diusahakan sekolah olahraga ini akan dibuat satu masing-masing di ibukota provinsi,” katanya dalam pertemuan di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Selama ini, Kemendikbud hanya menyelenggarakan beberapa program seperti LPI (Liga Pendidikan Indonesia) dan O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional). Menurut Hamid, sepakbola menarik minat yang cukup besar pada kedua ajang tersebut.

“Kalau saya sih setuju sekali. Karena di O2SN sepakbola cukup besar. LPI (Liga Pendidikan Indonesia) kan juga besar. Itu kan awalnya juga MoU saja dengan Kemenpora,” ucapnya.

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) diselenggarakan pada tanggal 8-14 Juli 2012 di Palembang, Sumatera Selatan. O2SN sendiri bertujuan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang olahraga.

Hamid pun memutuskan bahwa Kemendikbud akan mensinergikan program-program ASSBI. Ia juga mengaku siap untuk membantu.

“Nanti tinggal dikomunikasikan saja. Kita sinergikan lagi. Mungkin bisa kirim surat juga ke Wamen (wakil menteri, red),” ujarnya.

Bekerja sama dengan Kemendikbud merupakan salah satu program ASSBI di tahun 2013-2015. Selanjutnya mereka juga akan melangsungkan kompetisi U-12 dan U-10.

Selain menghelat turnamen, ASSBI juga berniat untuk melakukan road show ke beberapa kota di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Jakarta, Surabaya, Bandung, Batam, Makassar, dan Malang.( sport.detik.com)