Hj. Enok Awang, S. Ag, M.M Mengisi Masa Pensiun dengan Perjuangan Baru Rasa Lama

Sunday 07 January 2018 , 5:58 AM

Hj. Enok Awang, S. Ag, M.M

DUNIA  pendidikan seakan sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan pada diri Hj. Enok Awang, S. Ag, M.M. Meskipun tercatat mulai 1 Januari 2018 dirinya resmi pensiun dari pekerjaannya sebagai Pengawas Madya MTs/MA Kementrian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Namun semangat perempuan kelahiran 1957 ini masih tetap berkobar. Bagi dirinya, menceburkan jiwa raga pada pendidikan itu sudah merupakan fitrah estafet dari leluhurnya

H Hanan. Almarhum bapaknya ini adalah pensiunan kepala sekolah, sebagaian besar saudara kandungnya berprofesi sebagai guru, begitupun kedua anaknya adalah seorang guru. Orang-orang terdekatnya bekerja pada profesi sama, jadi. Nuansa dunia yang sudah menorehkan begitu banyak cerita dan pengalaman hidup yang luar biasa itu akan tetap hadir di dalam kehidupannya

Bersama dengan sosok yang selama ini selalu ada dan hadir dikehidupannya. Drs.H.Abd Rokhman, suami yang menemaninya sejak 1980 silam ini mampu menjadi sandaran Enok pada setiap langkah dalam meniti karir, walaupun sama-sama bersetatus PNS, namun sosok pensiunan camat ini, yang notabene kesibukannya padat karena harus melayani masyarakat banyak. Tetapi ia bisa mengatur ritmenya sebagai pemimpin keluarga yang amanah

Begitu banyak harapan yang diungkapkan Enok setelah Ia pensiun. Terutama berbicara tentang pendidikan yang semakin hari tantangan baru selalu muncul. Dan dalam memecahkan solusi disetiap rintangan yang datang itu tidak semata tanggung jawab segelintir orang, lembaga atau instansi tertentu. Menurutnya, ini merupakan tanggungjawab bersama, secara struktural memang ia sudah purna, tetapi pekerjaan yang selama ini ia lakoni akan tetap dijalaninya. Mungkin katanya, ia harus menyelaraskan sesuai dengan kapasitasnya sekarang

“Pensiun bukan akhir segalanya, ini adalah langkah baru untuk menuju pengabdian yang lain, baik di masyarakat ataupun di keluarga secara langsung,” ungkapnya

Fokus membangun serta mengembangkan lembaga pendidikan yang telah dirintis bersama keluarga besar akan menjadi rutinitas harianya saat ini. Pensiun bukanlah harus berhenti aktivitas. Diakuinya, justru saat baginya untuk lebih bisa berbuat meningkatkan pelayanan terhadap kemajuan pendidikan yang menyeluruh kepada masyarakat umum, tanpa harus dibatasi waktu.

Dua puluh delapan tahun ia mengabdi sebagai seorang pendidik dan selama enam tahun menjadi pengawas. Banyak hal yang telah ia dapat, bukan sekedar materi, ilmu dan pengalaman, juga  kepekaan terhadap realita kehidupan. Disampaikannya, dalam hidup tidak ada kata pensiun, justru begitu banyak yang harus dibenahi untuk membangun kemajuan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya.

Di kampung halamannya. Dusun Salopa Desa Kawitan Kecamatan Salopa,  ia akan mengisi luang dengan sebuah perjuangan baru rasa lama. Terus berusaha mengembangkan, meningkatkan dunia pendidikan sesuai dengan harapan para pejuang pendiri negeri ini, yaitu sebuah pendidikan yang seharusnya menjadi hak bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

“Saya hanya setetes air hujan, untuk mewujudkan cita-cita ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan, apalagi yang bicara hanya seorang pensiunan, rasanya mustahil. Tetapi semuanya serba mungkin kalau kita berusaha dan mau bekerjasama. Kaderisasi untuk melahirkan generasi-generasi tangguh, cerdas, jujur dan bertanggungjawab akan menjadi prioritas dalam mengisi aktivitas di masa pensiun ini” tegasnya

Riwayat Karir dan Pendidikan

Menjadi guru Paendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 1 Salopa dari 1983- 1991, Kepala MTs Nurul Huda Salopa 1991-1994, Kepala MTs Negeri Mandalawangi Salopa 1994-2009, Guru Mata Pelajaran Quran Hadits dan Fiqih di MAN Salopa 2009-2012 selanjutnya menjabat sebagai pengawas madya MTs dan MA dari 2012- 2017

Ia juga tercatat sebagai lulusan SD Negeri Salopa 1969, PGAN 4 Tahun 1973, PGAN 6 Tahun 1975, lulus Sarjana Muda Syariah 1979. S1 Tarbiyah Pendidikan Agama Islam 1995 dan S2 Manajemen Pendidikan di STM IMNI Jakarta lulusan 2011

Selain itu beberapa pelatihan, diklat dan kursus yang pernah ia tempuh antara lain, penataran ketatalaksanaan MTs, penataran kurikulum pendidikan, pelatihan administrasi guru madrasah, pendidikan dan pelatihan manajemen berbasis sekolah tingkat MTs, workshop pelatihan profesi guru mata pelajaran pada tingkat MTs, lokakarya job dan konseling, pelatihan pengembangan kompetensi guru, diklat publikasi ilmiah bagi pengawas dan workshop peningkatan kinerja pengawas yang diikuti oleh seluruh pengawas Provinsi Jawa Barat pada 2013 di Tasikmalaya. (Asop Ahmad/Siap Belajar )

Comments are closed.

Antabuse without prescription tablets cheap deltasone contain prednisone