Edukasi Kesiapsiagaan Bencana untuk SMA/SMK

Friday 27 April 2018 , 8:21 AM

Ilustrasi

UNTUK  memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Dinas Pendidikan Jawa Barat mengimbau SMA dan SMK memberi edukasi tentang bencana secara serentak pada Kamis, 26 April 2018 mulai pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIB. Kegiatan yang dikemas dalam berbagai bentuk dengan tema: Kesiapsiagaan Dimulai Dari Saya & Anda! Siap Untuk Selamat?

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, menyebutkan berbagai kegiatan dapat dilakukan guna mengedukasi sekolah dan warganya sadar akan bencana. Bentuk kegiatan itu antara lain edukasi tentang bencana selama 10 menit di halaman sekolah sebelum peserta didik masuk ke dalam kelas.

“Bisa juga dengan pelatihan evakuasi bencana kepada peserta didik di sekolah yang bersifat sederhana dan tidak berbiaya,” ujar Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi, pada Rabu, 25 April 2018. Contohnya kepala sekolah membunyikan sirine atau kentongan dan lain-lain. Setelah mendengar sirine guru di kelas masing-masing, melakukan simulasi penyelamatan seolah-olah terjadi gempa, kebakaran, atau bencana lainnya.

Jawa Barat merupakan yang memiliki indeks risiko bencana yang cukup tinggi di 10 daerah besar. Empat wilayah di Jawa Barat menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat, selama masa siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor, sejak 1 November hingga 31 Mei 2018. Daerah tersebut di antaranya Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Indramayu.

Selain Tasikmalaya dan Cianjur, wilayah Garut, dan Pangandaran pun sering dilanda bencana. Pergerakan tanah, longsor, dan banjir menjadi musibah tahunan yang kerap terjadi di pelosok Cianjur. Bahkan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Cianjur menempati posisi teratas sebagai daerah rawan longsor dan banjir di tingkat nasional.

Melihat fenomena alam selama beberapa tahun terakhir, Cianjur memang menjadi langganan terjadinya pergerakan tanah, longsor, dan banjir.

Sebagian besar terjadi di kawasan selatan. Kondisi tersebut terus berlangsung hingga saat ini. Terakhir kali, masyarakat di daerah selatan terdampak pergerakan tanah dan longsor saat cuaca ekstrem melanda berbagai daerah di Indonesia.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.