Dibuka, D-IV Teknik Perkeretaapian

Thursday 14 June 2018 , 0:58 AM

Ilustrasi

KEMENTERIAN Riset, Teknologi dan Pendidikan tinggi resmi membuka program studi D-IV Teknik Perkeretaapian untuk penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Pada tahap awal, prodi tersebut dimandatkan kepada Politeknik Negeri Madiun.

Pembukaan prodi ini untuk memenuhi  perkiraan kebutuhan sumber daya manusia pada bidang bisnis perkeretaapian yang setiap tahunnya membutuhkan tak kurang dari 3.000 tenaga kerja.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, prodi perkeretaapian akan berkembang pesat mengingat perkembangan transportasi kereta api di dalam negeri kian meningkat. Di antaranya pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung, MRT Jakarta, dan LRT di Palembang yang menjadi program prioritas pemerintah.

“Problemnya perkeretaapian Indonesia belum didukung SDM yang berkualitas. Baik itu pengoperasiannya yang ada di API (Akademi Perkeretaapian Indonesia) maupun industri perkeretaapian yang ada di PT. INKA (PT. Industri Kereta Api),” ujar Nasir dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 11 Juni 2018.

Nasir mengatakan, kebutuhan akan SDM untuk menunjang perkembangan perkeretaapian Indonesia sangat besar. Menurut dia, diperlukan sinergi antarkementerian seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian.

“Yang tidak kalah penting juga masalah peningkatan kapasitas SDM. Nanti kami akan mengirimkan engineer PT. INKA ke China. Ada sebanyak 15 orang yang akan dikirim untuk belajar pengembangan kereta api cepat,” katanya.

Ia mengatakan, prodi perkeretaapian membutuhkan dosen dari kalangan praktisi industri. Pasalnya, prodi tersebut akan menerapkan model pembelajaran yang langsung berhadapan dengan laboratorium.

Untuk tenaga pendidiknya, Nasir menyebutkan, akan melibatkan praktisi dari PT. INKA yang memiliki sekitar 142 ahli di bidang perkeretaapian. “Untuk dosen dari PT. INKA nanti akan kita berikan NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus). Walaupun syarat dosen harus S2, namun jika hanya S1 maka akan kita RPL-kan (Rekognisi Pembelajaran Lampau),” tutur Nasir.

Nasir menjelaskan, melalui RPL, latar belajan dari para praktisi di PT. INKA akan dilihat. Mulai dari jenjang akademik hingga kompetensinya di bidang perkeretaapian yang akan disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

“Merekrut dosen melalui mekanisme RPL ini sudah banyak diterapkan di sejumlah politeknik yang membuka prodi strategis,” ujarnya.

Kebutuhan SDM meningkat

Direktur Politeknik Negeri Madiun M. Fajar Subkhan mengatakan, permintaan akan sumber daya manusia di bidang perkeretaapian semakin meningkat. “Dibutuhkan sekitar 30.000 orang tenaga kerja. Jika dihitung per tahun butuh 3.000 orang. Angka yg cukup besar dan harus diantisipasi untuk menyediakan SDM yang berkualitas,” ucap Fajar.

Fajar menyebutkan, untuk menyiapkan prodi baru ini telah digelar beberapa kegiatan yang mengundang beberapa stakeholder terkait demi pentingnya kolaborasi dunia pendidikan dan industri.

“Harapannya prodi baru dapat secara maksimal seperti yang diharapkan terkait capaian pembelajaran agar tidak tumpang tindih dengan prodi lain yang sejenis seperti prodi perkeretaapian yang ada di bawah Kementerian Perhubungan. Untuk itu hasil FGD yang telah dilaksanakan yaitu akan berkoordinasi agar prodi ini tidak saling tumpang tindih tapi saling mengisi,” katanya.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.