Dana Bos Tak Cukup Membangun Infrastruktur Sekolah

Monday 13 November 2017 , 4:32 AM

BOS news

PARTISIPASI masyarakat termasuk alumni diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pembangunan sekolah. Mengingat Dana Bantuan Operasional (BOS) dinilai belum memadai dalam membangun infrastruktur sekolah, sehingga peran alumni diperlukan dalam pengembangan sekolah.

“Partipasi pengembangan sekolah merupakan peran semua termasuk alumni. Ini tentu menjadi salah satu alternatif dalam membantu pembangunan infrastruktur di sekolah seperti di SMPN 5 Bandung,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Elih Sudiapermana usai meresmikan ruang kelas baru di SMPN 5 Bandung, Jln. Sumatera, Kota Bandung, Sabtu (11/11/2017).

Menurutnya bantuan alumni dapat menjadi jalan alternatif dalam mengembangkan pembangunan di sekolah. Karena BOS masih sebatas bantuan dalam bentuk operasional bukan investasi pembangunan.

“Jadi kalau BOS hanya untuk operasional sedangkan investasi biaya pembangunan pemerintah tidak menyediakan. Dengan SMPN 5 yang memiliki sejarah dan reputasi baik, maka menjadi tanggung jawab bersama tapi dengan tata kelola yang transparansi dan akuntabilitas,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMPN 5 Bandung, Ujang Wihatma berharap bantuan yang diberikan oleh alumni dapat memberikan kenyamanan bagi siswa dalam kegiatan belajar dan mengajar. Terlebih masih ada ruang kelas yang dianggap belum mendukung kegiatan tersebut.

Selain itu, pihaknya berencana kedepan bantuan yang diberikan tidak hanya pembangunan tapi juga ikut serta memberikan motivasi dan berbagi pengalaman kepada adik-adik angkatannya.

“Memang cukup sulit mengembangkan investasi melalui Disdik Kota Bandung dengan berbagai tata aturan yang cukup ketat. Oleh karena itu, peran alumni sangat dibutuhkan agar adik-adik angkatannya yang sekarang sekolah dapat belajar dengan nyaman,” katanya.

Ketua Reuni Akbar Angkatan 83 SMPN 5 Bandung, Tendy Suwarman menuturkan bahwa dalam momentum HUT ke 50 angkatannya berupaya untuk memberikan kontribusi yang lebih banyak kepada almamaternya. Sehingga tidak hanya bersilaturmi dan bernostalgia, tapi juga kepedulian kepada sekolah.

Dikatakannya bahwa alumni angkatan 83 membuat program perbaikan kelas agar peran alumni dapat bahu membahu mengembangkan prestasi dari sekolah.

“Dengan bantuan dan support ini maka dapat menghasilkan prestasi yang lebih baik lagi. Apalagi seperti masa kami dimana tradisi SMPN 5 Bandung untuk memberikan prestasi diberbagi bidang seperti pendidikan, olahraga dan lain sebagainya,” tambahnya.(galamedianews.com)

Comments are closed.