Beasiswa Bidikmisi Tersalurkan 82%

Monday 29 October 2018 , 11:17 AM

catatan-harian-fathan.blogspot.com/

PADA  tahun ini Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sudah menyalurkan 302.764 beasiswa Bidikmisi. Jumlah tersebut sekitar 82% dari target penyaluran sebanyak 368.961 mahasiswa.

Menristekdikti Mohamad Nasir optimistis target akan tercapai pada akhir tahun. Pasalnya, Bidikmisi merupakan program prioritas, dan setiap tahunnya pemerintah selalu menambah kuota. Pada 2017, penerima Bidikmisi sebanyak 339.348 mahasiswa.

“Lulusan Bidikmisi diharapkan bisa mendapat pekerjaan dengan cepat. Anak miskin penerima Bidikmisi juga menunjukan kualitas yang tidak mengecewakan. Sebanyak 82% rata-rata mahasiswa Bidikmisi memiliki IPK di atas 3.00,” kata Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018.

Ia menjelaskan, bantuan biaya pendidikan Bidikmisi merupakan program afirmasi pendidikan tinggi yang bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan masyarakat di Indonesia. Melalui program afirmasi ini, putra-putri bangsa yang memiliki potensi akademik dan berasal dari kalangan tidak mampu akan mendapatkan pembiayaan penuh untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Selain biaya pendidikan, untuk membantu meringankan beban orang tua, penerima Bidikmisi juga menerima uang saku bulanan untuk kebutuhan sehari-sehari.

Ia mengatakan, Bidikmisi merupakan bentuk komitmen dari pemerintah untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. “Alumni Bidikmisi juga menunjukkan prestasi menggembirakan, baik bekerja di perusahaan swasta, BUMN, guru maupun yang berwirausaha,” katanya.

Beasiswa Afirmasi Pendidikan Papua

Selain beasiswa Bidikmisi, Kemenristekdikti juga memiliki Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Papua dan Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T). Program ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi anak Papua dan daerah 3T untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Pada 2014 penerima manfaat program ini sebanyak 1.673 mahasiswa, sedangkan  pada 2018 ditargetkan sebanyaj 5.743 mahasiswa.

“Setiap tahunnya, Kemenristekdikti memberikan perhatian khusus kepada putra putri dari daerah Papua dan Daerah 3T untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Di samping mendapatkan beasiswa, mereka mendapatkan kuota khusus di perguruan tinggi negeri dengan seleksi tersendiri. Hasilnya juga menggembirakan, 31% peserta program ini meraih IPK di atas 3.00,” ujarnya.

Program Bidikmisi berjalan sejak 2010 untuk membantu keluarga menengah ke bawah yang keteteran saat membayar biaya kuliah. Penerima Bidikmisi mendapat bantuan dana Rp 12 juta setahun dan uang saku Rp 650.000 per bulan.

“Tidak sedikit lulusan sekolah menengah yang mempunyai kemampuan akademik baik, tetapi secara ekonomi perlu dibantu,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembelajaran dan KemahasiswaanIntan Ahmad.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.