800true dots bottomright 100true false 800http://siapbelajar.com/wp-content/plugins/thethe-image-slider/style/skins/white-square-2
  • 10000 random false 60 bottom 30 http://kompasgramedia.com
    Kompas Gramedia 
  • 10000 random false 60 bottom 30 http://kompas.com
    Kompas.com 
  • 10000 random false 60 bottom 30 http://kompas.tv
    Kompas TV 
  • 10000 random false 60 bottom 30
    Kabar Gapura
  • 10000 random false 60 bottom 30 http://gramediaonline.com
    Gramedia 
  • 10000 random false 60 bottom 30 http://kotabaruparahyangan.com
    Kota Baru Parahyangan 
  • 10000 random false 60 bottom 30
    Sonora
  • 10000 random false 60 bottom 30
    Raka FM
  • 10000 random false 60 bottom 30 http://www.telkom.co.id
    Telkom 
  • 10000 random false 60 bottom 30
    Slide12

ASEAN Perkuat Jaringan Kerjasama Pendidikan

Saturday 08 December 2012 , 14:22 PM

Ilustrasi : yangcocok.blogspot.com

Guru punya peran untuk mewujudkan Komunitas ASEAN 2015. Oleh karena itu, guru di negara-negara ASEAN perlu membangun jaringan kerjasama untuk membuat pendidikan berperan untuk memperkuat kemajuan Komunitas ASEAN.

“ASEAN sudah memiliki impian untuk membentuk ASEAN yang satu. Jadi, perlu juga untuk menjalin hubungan di antara masyarakat, bukan hanya di tataran pemerintah. Guru bisa berperan di sini untuk saling berhubungan,” kata Datoek Ibrahim Bajunid, Guru Besar dari Malaysia dalam acara ASEAN Council of Teachers Convention (ACT) di Sanur, Denpasar, Sabtu (8/12/2012).

Konferensi ke-28 ini mengambil tema ASEAN Community 2015 : Teacher Professionalism for Quality Education and Humanity.

Pada pertemuan  ini hadir organisasi guru dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, serta Korea Selatan.

Menurut Datoek Ibrahim, agenda kerjasama pendidikan di antara negara ASEAN bisa dalam bentuk pertukaran guru dan siswa. Selan itu, dalam pendidikan dan pembelajaran di sekolah-sekolah juga perlu diperkenalkan tentang negara-negara ASEAN.

“Selama ini, negara-negara ASEAN pun selalu berorientasi ke negara lain, terutama bekas penjajahnya. Kenapa tidak, ketika Komunitas ASEAN serius diwujudkan, pengenalan tentang keragaman dan kekuatan tiap negara ASEAN saling diperkenalkan dalam pendidikan di sekolah,” papar Datoek Ibrahim.

Ke depan, lanjut Datoek Ibrahim, standarisai guru ASEAN serius dikaji. Hal ini bisa diwujdukan dalam bentuk memperkenalkan ASEAN dalam pelajaran di sekolah, penyiapan guru dengan filosofi ASEAN, pemahaman yang sama soal kurikulum, pedagogi, dan evaluasi, spesialisasi guru, serta belajar salah satu bahasa ASEAN.

HAR Tilaar, Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta, mengatakan, para guru ASEAN dapat berperan mengembangkan “We feeling” pada tiap diri siswa tentang moto ASEAN yakni “One vision, one identity, one community”.

Karena itu, guru dapat menjalankan perannya untuk mentransformasi masyarakat menjadi masyarakat ASEAN. Di sekolah, kata Tilaar, bisa dikembangkan hubungan di anatara sesama ASEAN lewat olaharaga di anatara siswa dan guru, jaringan kerjasama dengan guru.

“Juga bisa mendirikan ASEAN Teacher Institution di masa depan. Seperti dalam pertemuan di Kamboja, dibentuk ASEAN Institute for Peace and Reconcialiation. Berarti kerjasama antarguru ASEAN supaya punya kualitas sama bisa diwujudkan,” kata Tilaar.(KOMPAS.com)