736.000 Guru Honorer Tak Dapat THR, Apa Solusinya?

Monday 28 May 2018 , 11:49 AM

Ilustrasi

WAKIL  Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih meminta pemerintah memperhatikan nasib 736.000 guru honorer di seluruh Indonesia. Pasalnya, tak ada alokasi Tunjangan Hari Raya atau THR bagi mereka pada Lebaran tahun ini.

“Saat peraturan pemerintah tentang THR keluar, ingatlah, tidak ada THR bagi ratusan ribu guru honorer di luar sana,” ujarnya di Jakarta, Jumat 25 Mei 2018 lalu.

Sebelumnya, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2018 tentang pemberian THR tahun 2018 kepada PNS, personel TNI, personel Polri, pensiunan, dan penerima tunjangan telah ditandatangani Presiden Joko Widodo.  Namun, 736.000 guru honorer (menurut data Kemendikbud) bukanlah yang termasuk skema penerima tersebut.

“Selayaknya sudah menjadi perhatian Pemerintah mengenai nasib guru honorer. Ada yang sudah mengabdi puluhan tahun membantu program pencerdasan bangsa, tapi THR pun tidak ada,” tuturnya seperti dilaporkan Prfmnews.

Abdul Fikri Faqih menjelaskan, masih banyak guru honorer yang masih digaji hanya Rp 200.000 sampai Rp 300.000. Sebagian lainnya yang sudah mendapat sertifikasi mendapat upah lebih baik yaitu sebesar Rp 1,5 juta.

“Namun semuanya bernasib sama, tidak ada THR,” tuturnya.

Menurutnya, guru honorer terutama di daerah-daerah, merupakan ujung tombak pendidikan bangsa. Di satu sisi sekolah-sekolah kekurangan guru PNS.

“Wapres Jusuf Kalla pernah menyebut, tiap tahunnya, 5.000 guru PNS pensiun.  Sementara di sisi lain, pemerintah malah (melakukan) moratorium pengangkatan PNS baru,” ujarnya.

Abdul Fikri Faqih menyayangkan kondisi tersebut. Untuk itu, ia mendesak pemerintah mencarikan solusi bagi kesejahteraan guru yang sebagian besarnya justru bukan PNS disamping mengangkat guru honorer untuk mengisi kekosongan posisi PNS di sekolah-sekolah.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.