Pelatihan Guru SMK akan Didukung Peralatan Modern

Wednesday 19 September 2018 , 8:22 AM

Pelatihan Guru SMK (kemdikbud.go.id)

PELATIHAN  untuk guru sekolah menengah kejuruan (SMK) akan didukung peralatan modern. Salah satu langkah untuk mendukung pelatihan guru SMK tersebut adalah pembangunan Pusat Keunggulan (Center of Excellent) Bidang Listrik, Otomasi, dan Energi Terbarukan.

Pusat Keunggulan yang berada di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) di Cimahi diresmikan Kamis (13/9/2018). Fasilitas tersebut merupakan kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) dengan Pemerintah Perancis dan Schneider Electric Foundation.

Pembangunan fasilitas pelatihan ini merupakan program aksi tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara Kemendikbud dengan Kementerian Pendidikan Nasional, Pendidikan Tinggi dan Riset Perancis, Schneider Electric Foundation Perancis, serta PT Schneider Indonesia. Bagi Kemendikbud, ini merupakan bagian dari program Revitalisasi SMK sesuai Inpres Nomor  9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

Pusat Keunggulan ini akan menjadi tempat pelatihan pelatih (Training of Trainers) bagi para guru dan tenaga kependidikan SMK yang programnya dirancang sesuai standar internasional yang menghubungkan akademik dengan kebutuhan dan penerapan di industri. Fokusnya adalah pengembangan keahlian bidang manajemen energi, otomatisasi bangunan, otomatisasi industri, instalasi bangunan, dan energi terbarukan. Target yang ditetapkan yaitu akan melatih 240 guru dan 10.800 siswa SMK siap kerja dalam lima tahun ke depan.

Peresmian pusat pelatihan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud Ananto Kusuma Seta, Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Perancis Charles-Henri Brosseau, Chief Marketing Officer Global Schneider Electric Chris Leong, sejumlah pejabat di lingkungan Kemendikbud, serta para guru dan kepala SMK yang terlibat dalam program ini.

Ananto Kusuma Seta yang hadir mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam pendidikan kejuruan telah menjadi salah satu prioritas utama Kemendikbud. Peningkatan kualitas SDM tersebut sebagai upaya meningkatkan tenaga kerja yang lebih terampil. “Pengembangan Pusat Keunggulan ini adalah upaya Kemitraan pemerintah dan swasta yang sangat baik dan kami menghargai inisiatif Pemerintah Perancis dan Schneider Electric untuk mendukung agenda pemerintah Indonesia,” kata Ananto.

Charles-Henri Brosseau dari Kedutaan Besar Perancis mengatakan Pemerintah Perancis turut gembira dapat berkontribusi terhadap masa depan generasi muda, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. “Kami senang dapat semakin memperkuat kemitraan kami dengan Indonesia melalui pengembangan kompetensi guru kejuruan dan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dari sistem pendidikan kejuruan terbaik di Perancis,” ujar Charles-Henri Brosseau.(kemdikbud.go.id)

Comments are closed.