Kekurangan Guru Tertutupi 7 Tahun Lagi

Monday 17 September 2018 , 7:24 AM

guru honorer SM3T(psmk.kemdikbud.go.id)

KEMENTERIAN  Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan pemenuhan kebutuhan 707.324 guru pegawai negeri sipil atau PNS dapat tercapai dalam kurun 7 tahun ke depan.

Hal itu dpat terlaksanan dengan catatan, pemerintah konsisten merekrut minimal 100.000 guru setiap tahun. Tahun ini, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi membuka perekrutan 120.000 guru dan dosen.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud Supriano mengatakan, kekurangan 707.324 guru PNS terjadi karena pemerintah tak membuka perekrutan sejak 2011.

Padahal, setiap tahun ada ratusan guru yang pensiun dan puluhan lainnya meninggal. Menurut dia, perekrutan tahun ini diprioritaskan untuk daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) seperti Papua.

“(Sejak) pemerintah tidak membuka formasi untuk guru membuat jumlah guru yang pensiun tidak ada yang mengisi. Untuk menentukan kuota khusus guru pada formasi CPNS ini diserahkan kepada Kemenpanrb. Tapi kami sudah mengusulkan 100.000 guru. Tugas Kemendikbud hanya mengidentifikasi kebutuhannya,” kata Supriano di Jakarta, Sabtu 15 September 2018.

Ia menjelaskan, Kemenpanrb memiliki daftar dan kebijakan sendiri perihal memenuhi kebutuhan guru. Ia berharap, data kebutuhan minimal 100.000 guru per tahun sesuai dengan perhitungan Kemen-PANRB.

Menurut dia, guru PNS yang resmi direkrut tahun ini belum tentu akan didistribusikan sesuai kebutuhan zonasi. Kendati demikian, kemungkinan besar bakal disebar ke daerah 3T.

“Penerapan sistem zonasi ini untuk meredistribusi guru yang saat ini telah mengabdi tapi tak mau dipindahkan. Sementara untuk formasi CPNS guru 2018, sepenuhnya menjadi wewenang Kemenpanrb. Termasuk tahap-tahap seleksi yag dilakukan. Perekrutan 120.000 guru dan dosen ini sebagai salah satu langkah baik dari pemerintah,” katanya.

Deputi SDM Aparatur Kemenpanrb Setiawan Wangsaatmadja menjelaskan, total pengadaan CPNS 2018 sebanyak 238.015 kursi. Dengan rincian formasi 51.271 kursi untuk 76 instansi pemerintah pusat dan 186.744 kursi untuk 525 instansi pemerintah daerah. Dari 238.015 itu, sebanyak 120.000 dialokasikan untuk formasi tenaga pendidik yakni guru dan dosen.

“Untuk tenaga kesehatan sebanyak 60.000 kursi dan sisanya didistribusikan untuk tenaga teknis seperti penyuluh dan tenaga infrastruktur,” ujarnya.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ari Santoso menjelaskan, total kebutuhan guru PNS sebanyak 988.133 orang.

Untuk mengurangi kekurangan tersebut, selain melakukan perekrutan, pemerintah juga mulai memaksimalkan peran 1.378.840 guru yang sudah jadi PNS yaitu dengan program guru keahlian ganda agar guru bisa mengajar lebih dari satu mata pelajaran.

Ia mengatakan, Kemendikbud terus berupaya melakukan pemenuhan kebutuhan guru di sekolah negeri yang masih mengalami kekurangan guru.

“Jumlah guru sekolah negeri saat ini sebanyak 2.114.765 orang, terdiri atas guru PNS 1.378.940 orang, dan guru non-ASN berjumlah 735.825 orang. Namun, dengan asumsi ada guru yang bisa mengajar lebih dari satu mata pelajaran cukup dengan 707.324 guru PNS,” kata Ari.

Ia mengatakan, selain pensiun dan meninggal, kekurangan guru terjadi karena mutasi, promosi, penambahan ruang kelas baru, penambahan unit sekolah baru, dan lain sebagainya.

“Usulan pemenuhan kekurangan guru setiap tahun mulai dari tahun 2018 sampai dengan 2025 untuk menggantikan guru yang pensiun. Jadi jika asumsinya dapat dipenuhi dalam 7 tahun, maka Kemendikbud untuk tahun ini mengusulkan pengangkatan sekitar 100.000 guru setiap tahun,” ucapnya.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.