1 Kursi SBMPTN 2018 Diperebutkan 15 Siswa

Wednesday 02 May 2018 , 7:46 AM

Logo SBMPTN

CALON mahasiswa baru tahun ajaran 2017-2018 harus bersaing dengan tak kurang dari 15 siswa untuk mendapatkan 1 kursi dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pasalnya, pendaftar SBMPTN untuk tahun ini mencapai 860.001 peserta, sedangkan kuota yang tersedia sama dengan tahun lalu yang sebanyak 128.085 kursi.

Ketua Panitia Pusat SNMPTN/SBMPTN 2018, Ravik Karsidi, menuturkan bahwa pendaftar tahun ini melebihi target dari yang diperkirakan sebanyak 800.000 orang. Menurut dia, pada tahun lalu, pendaftar dari jalur seleksi tes langsung di masing-masing kampus tujuan tersebut sebanyak 797.023 siswa. Tes SBMPTN 2018 akan digelar serantak pada 8-11 Mei 2018 mendatang.

“Jumlah pendaftar terdiri atas 341.290 siswa untuk kelompok ujian sains teknologi dan 359.140 siswa untuk kelompok sosial humaniora. Untuk kelompok campuran sebanyak 159.571 peserta. Pendaftaran sudah resmi ditutup pada Jumat 27 April 2018 pukul 22.00 WIB. Dari total pendaftar tersebut diketahui ada 678.816 siswa reguler dan 187.185 calon penerima Bidikmisi,” kata Ravik dihubungi dari Jakarta, Sabtu 28 April 2018.

Ia menuturkan, peserta ujian harus sudah memastikan tahu di mana mereka akan melakukan ujian pada sehari sebelum pelaksanaan tes. Menurut dia, para peserta jangan mencoba bermain curang dalam melaksanakan tes dan tidak terpengaruh oleh iming-iming janji dari semua pihak yang tak bertanggung jawab. Panitia akan langsung mencoret siswa yang kedapatan curang atau memakai jasa joki ujian.

“Hasil ujian akan diumumkan pada 3 Juli 2018,” kata Ravik.

86 perguruan tinggi

SBMPTN merupakan seleksi berdasarkan hasil dari ujian tulis berbasis cetak (UTBC), ujian tulis berbasis komputer (UTBK), atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa. Pendaftaran SBMPTN dimulai sejak 5 April 2018 pukul 8.00 WIB dan berakhir 27 April 2018 pukul 22.00 WIB. Peserta dapat memilih program studi yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Saintek dan kelompok Soshum.

Dalam mengisi pendaftaran secara online, peserta dapat memilih paling banyak tiga pada masing-masing kelompok ujian. Peserta juga bisa memilih 1 PTN yang berada dalam domisili siswa dan 1 PTN yang di luar domisili. “Selain ujian tulis dan komputer, peserta juga akan melakukan tes keterampilan sesuai dengan minat dan bakat,” katanya.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menuturkan, total kuota masuk PTN sebanyak 340.667 kursi. Kuota tersebut bisa diperebutkan melalui jalur penelusuran prestasi akademik atau SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri. PTN yang membuka penerimaan sebanyak 86 kampus. “Artinya masih terbuka luas untuk masuk PTN impian,” kata Nasir.

Ia menyatakan, para siswa-siswi dari kalangan tidak mampu jangan pesimistis karena pemerintah menyediakan beasiswa Bidikmisi yang kuotanya 90.000 siswa.

“Jangan sampai ada anak Indonesia yang putus sekolah karena tidak mampu, kalau ada 100 orang yang diterima di PTN tetapi tidak mampu dan tidak ada biaya dari orangtuanya, kami akan memberikan beasiswa kepada 100 orang tersebut,” kata Nasir.(republika.co.id)

Comments are closed.