1.340 Seniman Masuk Sekolah

Thursday 02 August 2018 , 9:05 AM

Ratusan Murid SD Ikuti Festival Alimpaido.(pikiran-rakyat.com)

SEBANYAK 1.340 seniman akan mulai mengajar di sekolah dasar dan menengah di 28 provinsi. Mereka akan berbagi ilmu selama 4 bulan melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang digagas Direktorat Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Para seniman tersebut mengutamakan sekolah yang tidak memiliki guru kesenian.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbus mengatakan, masih banyak sekolah yang kurang memiliki infrastruktur pendukung kesenian yang memadai. Menurut dia, belajar kesenian, terutama mengenal seni yang berakar pada kebudayaan lokal sangat penting. Dengan belajar seni, para siswa diharapkan dapat tumbuh dengan karakter yang sesuai di daerahnya masing-masing.

“Kebudayaan mewarnai perkembangan karakter siswa. Tapi banyak sekolah bahkan tak memiliki guru kesenian. Karena kami juga memanh kekurangan tenaga guru seni di sekolah. Makanya kami bekerjasama dengan 1300 seniman lokal dan nasional untuk masuk mengajar ke sekolah,” ujar di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (28/7/2018)

Hilmar mengatakan, GSMS bagian dari program penguatan pendidikan karakter yang menjadi agenda besar pemerintah pada bidang pendidikan. ingin menanamkan pendidikan. Ia menilai, anak-anak yang tangguh dan berkarakter tak hanya sains harus pintar dalam bidang sains, tetapi juga terbiasa mengolah rasa melalui seni. Pendidikan seni membantu siswa mengenali budaya bangsa, belajar mengendalikan emosi dan juga mengenali bakat yang dimiliki. “Belajar matematika dan teknologi penting, tetapi juga harus olah raga dan kreativitas yang bisa diterapkan melalui kesenian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, GSMS juga bertujuan untuk memberikan akses kepada siswa untuk mengenal karakter seorang seniman. Bagi para seniman, GSMS menjadi wadah untuk mencari bakat seni para generasi muda.

“Jadi anak-anak diberi kesempatan berinteraksi langsung dengan seniman dan seniman juga tahu bagaimana cara efektif membagi apa yang mereka ketahui,” ujarnya.

Peran kebudayaan

Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan menambahkan, sebanyak 1.300 sekolah juga akan mendapat bantuan peralatan kesenian. Menurut dia, para seniman tersebut akan mengajar sebanyak  27 kali pertemuan. “Setiap pertemuan ditentukan 2 jam lamanya. Para seniman yang terlibat di antaranya, pelukis, pelaku seni peran, pemusik dan pelestari kebudayaan seni tari tradisional,” katanya.

Menurut dia, GSMS akan mengisi kegiatan ektra kurikuler sekolah yang siap menerapkan kebijakan sekolah 8 jam sehari selama 5 hari. Ia mengklaim, GSMS merupakan upaya mendasar dari pemerintah untuk menguatkan peran kebudayaan dalam dunia pendidikan. Pengenalan beragam kesenian kepada anak usia sekolah, terutama sekolah dasar, sangat penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Kesenian memiliki korelasi kuat dengan tingkat kecerdasan siswa. “Seni adalah bagian dari budaya bangsa. GSMS ini langkah awal untuk mengarusutamakan kebudayaan dalam dunia pendidikan,” katanya.

Mendikbud Muhadjir Effendymendukung penuh program tersebut. Ia menegaskan, selama ini, pendidikan dasar dan menengah nasional lebih mengutamakan prestasi akademik ketimbang merangsang pengembangan otak kanan siswa. Padahal, di semua negara maju, pengenalan budaya dan melatih minat dan bakat siswa sudah menjadi yang utama. “Sejak tahun 1967 hingga sekarang, basis pendidikan nasional masih soal pemberantasan buta huruf. Itu berimplikasi pada cara mengajar guru dan kurikulum yang dibentuk,” ujarnya.

Ia menuturkan, program GSMS akan berjalan lancar dan mencapai target jika mendapat dukungan penuh dari para guru. Pasalnya, guru harus berani dan mau mengubah cara pandang, pola mengajar, dan waktu mengajar terkait kemajuan pendidikan nasional. “Yang paling susah adalah mengubah mindset guru, ini yang sedang saya bongkar. Mengubah landasan pendidikan dasar ini sudah, banyak yang menentang. Tapi saya yakin, pendidikan dasar akan lebih baik jika kebudayaan menjadi yang utama,” katanya. (pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.